Ilahi anta maksudi waridhoka madlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka
Ikan Pemberi Permata
Pada suatu perjalanan, Dzun Nun ikut naik ke kapal dan kemudian kapal tersebut berlayar di atas samudra, tiba-tiba seorang saudagar mengku kehilangan permata yang dimilikinya.
satu persatu semua penumpang digeledah. akan tetapi Dzun nun yang dijadikan tersangka dan disuruh untuk mengembaliakn. tentu saja Dzun Nun mengelak dari tuduhan itu karena Dzun Nun tidak mengambil. kemarahan penumbang memuncak hinggal Dzun Nun dipukuli dan menghajarnya. Namun Dzun Nun tetap diam dan membisu tidak mengadakan perlawanan sedikitpun. Lama-kelamaan Dzun Nun tidak tahan, lalu berseru,"Wahai Sang Pencipta, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui!" Seketika itu berribu-ribu ekor ikan mendongakkan kapalanya ke atas permukaan air laut dan semua ikan itu membawa sebuah permata di mulutnya. Kemudian Dzun Nun mengambilnya sebauh dan memberikannya kepada saudagar yang kehilangan permatanya. Melihat kejadian tersebut, semua orang itu berlutut dan minta maaf. Sejak itulah beliau dipanggil Dzun Nun (manusia Iakan) yang mempunyai nama asli Abul Faiz Tsuban bin Ibrahim Al-Mishri.
Al-fateha...
No comments:
Post a Comment