Search on this blog

Tuesday, July 28, 2009

Dwonloads Zikir-Zikir

Kelebihan Zikir Kepada Allah

Allah Yang Maha Besar selalu mengingatkan kita di dalam kitab-Nya Al-Quran Al-Karim supaya berzikirillah seperti berikut:

“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bahagian yang panjang di malam hari.” Surah 76: Al Insan, Ayat 25 & 26


Artikel dari http://www.alhawi.net/kelebihan_zikir.htm

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” Surah 7: Al A’raf, Ayat 205

“Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Surah 3: Al Imran Ayat 191

“Sesungguhnya Aku lah Allah, tidak ada Tuhan selainKu, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” Surah 20 Ta Ha Ayat 14

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” Surah 33: Al Ahzab Ayat 21

Dari Bukhari, Muslim, Tirmidhi dan Ibn Majah, diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu di majlis, nescaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari anak.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malikat naik ke langit.



Allah s.w.t bertanya para malaikat meskipun Allah mengetahui pergerakan mereka:


“Dari mana kamu datang?”

Malaikat menjawab:


“Kami datang dari tempat hamba-hambaMu di dunia. Mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid serta berdoa memohon dari-Mu.”

Allah s.w.t berfirman:


“Apakah yang mereka pohonkan.?”

Para Malaikat menjawab:


“Mereka memohon Syurga dari-Mu.”

Allah berfirman:


“Apakah mereka pernah melihat Syurga-Ku?”

Para Malaikat menjawab:


“Belum, wahai Tuhan.”

Allah berfirman:


“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Syurga-Ku?”

Malaikat berkata lagi:


“Mereka juga memohon daripada-Mu perlindungan.”

Allah berfirman:


“Mereka pohon perlindungan-Ku dari apa?”

Malaikat menjawab:


“Dari Neraka-Mu, wahai tuhan.”

Allah berfirman:


“Apakah mereka pernah melihat Neraka-Ku?”

Malaikat menjawab:


“Belum.”

Allah berfirman:


“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Neraka-Ku.”

Malaikat terus berkata:


“Mereka juga memohon keampunan-Mu.”

Allah berfirman:


“Aku sudah mengampuni mereka. Aku telah kurniakan kepada mereka apa yang mereka pohon dan Aku telah berikan ganjaran pahala kepada mereka sebagaimana yang mereka pohonkan.”

Malaikat berkata lagi:


“Wahai tuhan kami, di antara mereka terdapat seorang hamba-Mu. Dia penuh dengan dosa, sebenarnya dia tidak berniat untuk menghadiri majlis tersebut, tetapi setelah dia melaluinya dia terasa ingin menyertainya lalu duduk bersama-sama orang ramai yang berada di majlis itu.”

Allah berfirman:


“Aku juga telah mengampuninya. Mereka adalah kaum yang tidak dicelakakan dengan majlis yang mereka adakan.”

(1) Ya Zal Jalali Wal Ikram.MP3
(2) Hasbi Rabbi Jallallah.MP3
(3) Salawat Syifa_.MP3
(4) Ilahi Lastu Lil Firdausi Ahla.MP3

Contoh Buku Induk


Berikut Contoh Buku Induk Perpustakaan MTsN Malang 1. Lengkap sekali
BUKU INDUK PERPUSTAKAAN MTsN MALANG 1.xls

Aminasi 3D Masjid Makkah dan Madinah dll

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak


Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.

Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi Gambar.
Berikut Makkah dan Madinah

masdjid_al-bay-ah_makah.zip
masjid_al-aisha_makah.zip
masjid_al-jumah_madinah1.zip
masjid_al-jumah_madinah2.zip
masjid_dhul_hulayfah_madinah1.zip
masjid_dhul_hulayfah_madinah2.zip
masjid_nabawi1.zip
masjid_nabawi2.zip
masjid_nabawi3.zip
masjid_nabawi4.zip
masjid_nabawi5.zip
masjid_nabawi6.zip
masjid_qiblatayn_madinah1.zip
masjid_qiblatayn_madinah2.zip
masjid_qiblatayn_madinah3.zip
masjid_quba_madinah1.zip
masjid_quba_madinah2.zip
masjid_quba_madinah3.zip
masjid_tujuh_madinah1.zip
masjid_tujuh_madinah2.zip
masjidil_haram1.zip
masjidil_haram2.zip
PesanEmasGibranFlash.exe
POLITID.EXE
THEPARST.EXE

Kamus

Kamus Inggris-Indonesia
silahkan download


KamusIndovisi.v1.0.2.exe

Monday, July 27, 2009

smadav 5.2

Silahkan downloads



smadav_5.2.zip

excel: kartu perpustakaan

PETUNJUK MENGISI KARTU PERPUSTAKAAN

KARTU PERPUSTAKAN INI DIBUAT UNTUK MEMBERIKAN KEMUDAHAN DALAM MEMBUAT KARTU-KARTU SEJENIS
DENGAN MEMAHAMI CARA PENGISIAN DATA, MAKA DAPAT DIBUAT KARTU LAINNYA SEPERTI KARTU PELAJAR, KARTU KOMITE DLL
RUMUS YANG DIGUNAKAN ADALAH VLOOKUP
ADAPUN CARA PENGISIAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :


1. SHEET INI TERDIRI DARI 3 SHEET : DATA, PERPUS DAN README
2. BUKA SHEET DATA, GANTI DATA SISWA/NIS DAN KELAS
3. JANGAN MENGHAPUS TABEL PENGATURAN HALAMAN CETAK, KARENA TELAH DISETING 1 HALAMAN UNTUK 1 KARTU
4.JKA DATA TELAH MASUK SEMUA, BUKA SHEET PERPUS UNTUK PERSIAPAN MENCETAK
5. CARA MENCETAK ADALAH DENGAN MENGGANTI ANGKA 1 (WARNA MERAH, SEL I3)
6 SETING KERTAS FOLIO DI EXCEL DAPAT DILIHAT DI :
http://budies.wordpress.com

http://www.4shared.com/file/120938595/83c33df4/kartu_perpus.html


Wednesday, July 22, 2009

Senayan 3 stable 10

Otomatisasi sistem perpustakaan adalah implementasi teknologi informasi pada pekerjaan administratif di perpustakaan. Seperti proses pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, dan inventarisasi. Dengan sistem otomatisasi perpustakaan yang handal, kualitas dan ketersediaan layanan dapat terukur. Pada akhirnya semua itu bisa meningkatkan kepuasan pengguna perpustakaa

SENAYAN adalah Open Source Software(Aplikasi Gratis) berbasis web untuk memenuhi kebutuhan otomatisasi perpustakaan (library automation) skala kecil hingga skala besar, dalam jaringan stand-alone, intranet maupun Internet. Keunggulan SENAYAN lainnya adalah multi-platform, yang artinya bisa berjalan secara natif hampir di semua Sistem Operasi yang bisa menjalankan bahasa pemrograman PHP ( http://www.php.net ) dan RDBMS MySQL ( http://www.mysql.com ). SENAYAN sendiri dikembangkan di atas platform GNU/Linux dan berjalan dengan baik di atas platform lainnya seperti Unix *BSD dan Windows
Senayan3-stable9 telah dirilis dan bisa didownload di http://senayan.diknas.go.id/web/?q=node/1. Perbaikannya antara lain:
- New feature: MODS (Metadata Object Description Schema) XML format
- New feature: Z3950 bibliographic data service
- New feature: Multimedia viewer
- New feature: multiple file upload
- New feature: booleans operator in OPAC and bibliography
- Improvement: Enhanced advanced search
- Bugs fixing: duplicate item code warning in Item data form
- Improvement: New Custom Report - Item Usage and Loan By Class

Silahkan didownload di bawah ini
senayan3-stable10.tar.gz

Sunday, June 28, 2009

Adzan

Kumpulan Adzan
iriwayatkan daripada sahabat Abu Said al-Khudri r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila kamu mendengar azan maka ucaplah
sebagaimana yang disebut oleh tukang azan (Hadits Riwayat
Muntafaqalaih – Imam Bukhori dan Imam Muslim)

adzan-bosnia.mp3
adzan-iran.mp3
adzan-madinah.mp3
adzan-makkah2.mp3
adzan-mesir1.wav
adzan-turkey1.mp3
doa_sesudah_adzan.mp3
iqama.mp3

Tuesday, April 28, 2009

Agar Hati Tak Teralingi

Al-Hikam bagian 2
Amal itu baragam lantaran beragamnya keadaan yang menimpa hati

Ulasan
Sebuah amalan yang berasal dari hati yang murni dan tulus, tidaklah sama dengan sebuah amalan yang didorong oleh keinginan-keinginan, ketakutan-ketakutan, dan amalan ambisi pribadi. hasil dari perbuatan berbeda-beda sesuai dengan niat dan kondisi kalbumu. Perbuatan adalah gerakan lahir dari apa yang ada dalam kalbu dan tergantung pada keadaannya. Maka seluruh kondisi dan pengalaman yang mencerminkan keadaan kalbu yang sebenarnya.

Thursday, March 12, 2009

Read More atau Baca Selengkapnya

Untuk versi template classic aku udah pernah bikin tutorialnya, akhir-akhir ini banyak banget yang nanya, akhirnya aku nyari info, malah ketemu di helpnya blogger, How can I create expandable post summaries?. Tapi jangan langsung di cobain, aku udah nyoba beberapa kali tapi gagal kalo ngikutin yang dari helpnya blogger, terutama pada bagian style/css nya.

Coba klik disini
Membuat “Read More…” atau “Baca Selengkapnya..” di Blogger Baru
Cara Buat Read More di Blogger Baru
Baca Selengkapnya...

Tuesday, March 10, 2009

Al-Ghazzali

Orang menghitung dengan tasbih banyaknya mereka menghafal Asma Allah dengan rasa puas-diri, tp mereka tidak memakai tasbih untuk menghitung kata2 kosong yang mereka ucapkan

Al-Ghazzali
Pada suatu hari Nabi Ibrahim mengundang makan malam seseorang, tp sdetelah mengetahui ternyata orang itu kafir, Nabi Ibrahim membatalkan undangan itu dan mengusirnya. Tiba-tiba suara Ilahi menegurnya, “kamu tidak memberinya makan bahkan untuk sehari saja, hanya karena ia beragama lain, padahal selama tujuhpuluh tahun Aku memberinya makan meski ia menjalankan Bid’ah. Sekiranya kau memberinya makan semalam, kau takkan jatuh miskin karena itu.

Ibn ‘Arabi

Dunia ini adalah jln menuju kebahagian abadi dank arena itu baik-pantas dihargai dan dipuji.

Yang buruk adalah apa yang kau lakukan dengan dunia saat kamu dibutakan pada kebenaran dan dikuasai sepenuhnya oleh hasrat, hawa nafsu dan ambisi pada dunia.
Kesenangan dunia ini tidaklah membahayakan dengan sendiri. Ia baru berbahaya ketika semua itu membuat lupa, tidak patuh dan melalaikan Tuhanmu

Syeikh Muzaaffir

Orang dr negeri realita berkata, “ suatu dosa yang dilakukan dengan cinta lebih bernilai ketimbang suatu ibadah tanpa cinta.”

Sebab ibadah tanpa cinta tidaklah memperoleh ganjaran selain membuang-buang tenaga. Suatu dosa yang dilakukan dengan cinta tentu saja tetap diancam dengan siksaan, tp setidaknya perbuatan itu bias dinikmati.

Ansari

Pertolongan Tuhan datang tak terduga, tp hanya untuk hati yang waspada.

Jangan gantungkan harapanmu pada manusia, sebab kau akan terluka.
Gantungkanlah harapanmu pada Tuhan maka kau akan diselamatkan

Al-Ghazzali

Apakah uang mengelisahkan hati orang berilmu?

a menjawab, “orang yang hatinya berubah karena uang bukanlah orang berilmu.”

Shabistari

Aku dank au hanyalah kisi2 pada ceruk sebuah lampu, lewat mana Cahaya Tunggal memancar.

Aku dank au adalah tabir antara langit dan bumi; angkatlah tabir ini, maka kau akan lihat tak ada lagi mazhab dan sekte-sekte

Rumi

Kemrin kemabukan menghantarku ke pintu cinta. Tp hri ini tak bias kutemukan pintu ataupun rumahny.

Tuhun lalu aku pnya dua syap. Ketakutan dan harapan. Hari ini, aku tak tahu tentang sayap, tak tau bagmn terbang, tak tau takuku yang hilang.

Rumi

Kemrin kemabukan menghantarku ke pintu cinta. Tp hri ini tak bias kutemukan pintu ataupun rumahny.

Tuhun lalu aku pnya dua syap. Ketakutan dan harapan. Hari ini, aku tak tahu tentang sayap, tak tau bagmn terbang, tak tau takuku yang hilang.

Tampa Judul

Ku berdiri di atas kakiku
Menginjak bumi yang tlah sepuh
Menahan tubuh yang ta’tau malu
Jerit Sembilu sang bumi mengadu
Merintih, tertusuk sang kaki-kaki pemburu

Taukah…
Pada tanah dan perutmu
Mengitung jari dan waktu
Tuk berharap kembali utuh
Utuh kakiku dan kakimu

Murka

Bila orang pinggiran menjerit
suaranya tak terdengar
tegorokan terhimpit dinding besi
perut terikat kawat berduri
berkarat dan beracun
mata melotot tak berkedip
darah tersumbat dan membeku

hati mejerit
mengadu pada NYA
terdengar oleh perut bumi
terjawab oleh paku2 bumi
tangis pilu sang awan
mengundang halilintar
tuk melantunkan suaranya
yang sudah lama terpendam
dibalik kemurkaan
sang alam

Lata

Semua pada ramia menyilatkan lidahnya
Yang satu mengatkan hai
Kedua mengatakan hai
Samapai tak terhitung lidah hai
Hia hai hai hai
Dan hai hai
Hai

Hari berganti hai, bosan berganti hai
Bosan dan bosan
Hai, bosan
Tertindas kata
Terjerat makna
Terhimpit zaman
Terbawa abad
Tergores kisah
Terjadilah hai
Begitulah hai

Agar Hati Tak Teraling

Ilahi anta maksudi waridhoka madlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka

Amalan Itu beragam lantaran beragamnya keadaan yang menimpa hati

Sebuah amalan yang berasal dari hati yang murni dan tulus, tidaklah sama dengan sebuah amalan yang didorong oleh keinginan-keinginan, ketakutan-ketakutan, dan ambisi-ambisi pribadi. Hasil perbuatan berbeda-beda sesuai dengan niat dan kondisi kalbumu. perbuatan adalah gerakan lahir dari apa yang ada dalam kalbu dan tergantung pada keadaannya. Maka seluruh kondisi dan pengalaman yang ada mencerminkan keadaan kalbu yang sebenarnya.


catatan : pribadi saya bukan seperti di atas ini tapi di atas ini haya untuk memperingatkan saya.

Berserah pada Takdir dan Anugerah

Ilahi anta maksudi waridhoka madlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka
Salah satu tanda bergantung pada amal adalah berkurangnya harapan tatkala gagal

jika kita berasumsi bahwa sumber kekuatan di baik usaha-usaha kita adalah diri kita sendiri, maka kita akan kecewa kala hasilnya tak sesuai dengan harapan-harapan kita. tetapi, kalau kita benar-benar berserah diri kepada ALLAH, maka kita akan melihat satunya asal dan penyebab di balik usaha, peranan pribadi kita dalam melaksanakannya dan juga hasilnya. kegagalan kemudian hanya akan kita anggap sebagai peringatan untuk memperkuat kesadaran kita akan kehendak, rahmat, dan kemurahan ALLAH. Di mata orang yang tercerahkan, tehadap kesatuan total dalam usaha dan hasil

catatan : pribadi saya bukan seperti di atas ini tapi di atas ini haya untuk memperingatkan saya.

Dibalik sholat

"Sholat itu tempat munajat dan sumber pencerahan, di mana medan-medan rahasiaNya meluas di dalamnya, dan pencahayaan jiwa memancar di dalamnya."

Sholat itu adalah munajat para hamba kepada Allah swt. Dalam sholat itulah sifat-sifat IndahNya tampak bagi para hamba, dan bagaimana Allah swt menjaga dan memelihara alam semesta. Sang hamba meraih limpahan ma’rifat dan ilmu-ilmu Ilahiyah.

Sholat itu pula menjadi tempat percintaan hamba pada Allah swt dengan menghadapkan dirinya kepadaNya secara total, lahir dan batin, hingga meraih limpahan pencerahan cahaya yang luar biasa. Menurut kadar penerimaan hamba kepada Tuhannya, maka sejauh itu pula Allah swt menerima kehadiran hambaNya.

Dalam sholat pula, rahasia-rahasia meluas, berupa pengetahuan dan ma’rifat yang dahsyat, kemudian cahayanya memancar luas dari buah munajat sang hamba.

Wacana hikmah inilah yang meneguhkan, bahwa yang dituntut oleh Allah swt,  adalah menegakkan sholat, bukan wujudnya sholat.
Selanjutnya beliau berkata:
“Allah Maha Tahu akan lemahnya kekuatan anda, maka Allah swt menimimalisir jumlahnya sholat. Dan Allah swt, Maha Tahu betapa dirimu sangat butuh pada karuniaNya, maka Allah swt, memperbanyak anugerahNya (dibalik sholat).”

Jumlah sholat yang semula 50 kali, diminimalisir oleh Allah swt, hanya dengan lima kali, namun, karena seorang hamba berhasrat pada pahala dan anugerahNya, maka lima kali sholat itu sama dengan lima puluh kali.
Artikel berasal dari http://sufinews.com/

Pendidikan Ilahi

Riwayat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallahu Wajhah, dari Rasulullah saw, bersabda:
“Tuhanku mendidikku, dan Dia mendidik adabku dengan baik.”

Hadits mulia ini melazimkan perwujudan hakikat dengan mengikuti jejak Adab Nabi saw. Barangsiapa yang tergelincir dari adab tersebut akan terjerumus dalam hawa nafsunya. Siapa yang berpisah dengan adab tersebut ia tersesat dan menyimpang. Maka dengan adab itulah kaum muqorrobun menanjakkan hasratnya, rahasia-rahasia kaum arifin memancar. Dan tidak ada arah benar dalam jalan ma’rifat Billah kecuali mengikuti jejak adab Nabi Muhammad saw. Sedangkan semua tangganya adalah: Dzikir yang terus menerus.

Anak-anaku, ingatlah kepada Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala adalah puncak derajat dzikir. Allah mengagungkan derajat itu, dan meninggikan perkara, kemuliaan dan karunianya. Kemudian dzikir terbagi dalam bentuk lisan, rukun dan hakikatnya.
Bagi sang pendzikir hendaknya :
• Tidak terfokus pada dzikirnya,
• Memiliki himmah (cita) dan      kehendak yang mulia,
• Mempunyai kecerdasan lembut dalam isyarat,
• Niat dan kehendaknya benar (Lillahi Ta’ala)
• Dalam berdzikir tidak bertujuan lain selain Allah Ta’ala.
•Dan tidak menempuh jalan lain selain menuju kepadaNya. Karena wushul secara total itu di bawah RidloNya, bukan yang lainNya. Sedangkan terhalang total itu semata karena sibuk pada yang lainNya

Bagi orang yang berdzikir hendaknya mengingat Allah secara total dengan penuh pengagungan dan penghormatan. Bukan dengan asal-asalan apalagi dengan kealpaan, karena dzikir yang tidak mengagungkan dan menghormatiNya justru menimbulkan hijab pada Allah, sebagai bentuk siksa atas sikap meninggalkan pengagungan dan penghormatan itu. Sebab menjaga kehormatan dan pengagungan padaNya itu lebih utama ketimbang dzikirnya.

Tak seorang hamba pun yang berdzikir secara hakiki, melainkan akan lupa pada selain Allah Ta’ala. Allah sebagai ganti segalanya.
Terkadang sang arif ingin berdzikir, lantas memuncaklah gelombang pengagungan dan kharismaNya, hingga lisannya kelu, lalu jiwanya membubung karena keagungan wahdaniyahNya, kemudian tampak padanya pancaran rindu dan cinta dari hijab kasih qalbu dan kelembutan, hingga hasratnya sampai pada permadani Uluhiyah dan hamparan medan rububiyah, atas izin Allah Ta’ala.
Pada saat itulah terbuka tirai dari segala hal selain Dia, atas keajaiban rahasiaNya dan kelembutan ciptaanNya, keparipurnaan KuasaNya dan pancaran cahaya-cahaya SuciNya.

Pada saat itulah sang hamba tahu bahwa Allah swt melakukan apa pun yang dikehendnakiNya, pada orang yang dikehendaki, bagi orang yang dikehendaki, kapan kehendakNya dan bagaimana kehendakNya, melalui Tangan anugerahNya, pemberian dan kehendakNya.
Tak ada yang menolak atas karuniaNya dan tidak ada yang menghalangangi atas hukumNya, maka sang hamba akan sibuk denganNya, menjadi fana’ dibawah Baqa’Nya.

Inilah makna dari salah satu kabar, bahwa Allah swt, berfirman dalam salah satu kitabNya, “Siapa yang mengingatKu dan tidak lupa padaKu, maka Kugerakkan hatinya untuk mencintaiKu, hingga ketika ia bicara ia bicara karenaKu, dan ketika diam, ia diam karenaKu.”
Allah swt, berfirman:
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan dzikir kepada Allah…”

Yahya bin Mu’adz ra, berkata, “Dzikir itu lebih besar ketimbang syurga, karena dzikir itu adalah bagian Allah sedangkan syurga itu bagiannya hamba. Dalam dzikir ada ridlo Allah, sedang dalam syurga ada ridlo hamba.” Dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, beliau berkata, “Sesungguhynya Allah Ta’ala tampak pada orang-orang yang berdzikir ketika berdzikir dan membaca Al-Qur’an, hanya saja mereka tidak melihatNya. Karena Allah Maha Mulia (tidak bias) dilihat (matakepala), dan Maha Jelas dari ketersembunyian. Karena itu, menyendirilah kalian semua bersama Allah swt, dan bermesralah dengan dzikrullah. Tak ada yang turun pada seorang hamba satu pun, kecuali ada dalilnya dalam Kitabullah, berupa petunjuk dan penjelasan.” Mesra dengan Allah swt. Abu Abdullah an-Nasaj ra mengatakan, “Sesungguhnya Allah swt memiliki syurga di dunia, siapa pun yang masuk akan aman. Sungguh indah dan sebaik-baik tempat kembali.” Ditanya, “Syurga apakah itu?” “Mesra bersama Allah swt.” Jawabnya. Dalam sebagian kitabnya Allah Ta’ala berfirman, “Wali-wali dan KekasihKu, bernikmat-nikmatlah kalian dengan mengingatKu, dan bersukacitalah denganKu. Akulah senikma-nikmat Tuhan bagimu di dunia dan di akhirat.”
Abu Bakr al-Wasithy ditanya, “Apakah anda ingin makanan?”
“Ya,” jawabnya.
“Makanan apa?”
“Satu suapan dari dzikrullah, dengan kejernihan yaqin, dan di atas sajian ma’rifat, dengan tegukan air husnudzon dari wadah ridlo Allah swt.”

Diriwayatkan Allah swt, berfirman kepada Nabi Ibrahim as, “Tahukan kamu mengapa Aku jadikan dirimu sebagai Al-Khalil (sahabat dekat)?” “Tidak,” jawab Ibrahim as. “Karena hatimu tak pernah lupa padaKu, dan dalam situasi apa pun dirimu tak pernah melupakanKu…” “Jika bukan karena Engkau memerintahkan kami berdzikir kepadaMu, siapakah yang berani mengingatMu? Karena keagungan dan kebesaranMu…..?” Sungguh mengherankan bagaimana orang yang berdzikir, hatinya masih ada dalam tubuhnya ketika mengingat keagunganMu! Diriwayatkan, bahwa Allah swt, berfirman kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa, sesungguhnya aku tidak menerima sholat dan dzikir kecuali pada orang yang tunduk pada keagunganKu, hatinya terus menerus takut padaKu dan usianya dihabiskan untuk mengingatKu.
http://sufinews.com/

Saturday, March 7, 2009

Dzun Nun

Ilahi anta maksudi waridhoka madlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka

Ikan Pemberi Permata
Pada suatu perjalanan, Dzun Nun ikut naik ke kapal dan kemudian kapal tersebut berlayar di atas samudra, tiba-tiba seorang saudagar mengku kehilangan permata yang dimilikinya.

satu persatu semua penumpang digeledah. akan tetapi Dzun nun yang dijadikan tersangka dan disuruh untuk mengembaliakn. tentu saja Dzun Nun mengelak dari tuduhan itu karena Dzun Nun tidak mengambil. kemarahan penumbang memuncak hinggal Dzun Nun dipukuli dan menghajarnya. Namun Dzun Nun tetap diam dan membisu tidak mengadakan perlawanan sedikitpun. Lama-kelamaan Dzun Nun tidak tahan, lalu berseru,"Wahai Sang Pencipta, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui!" Seketika itu berribu-ribu ekor ikan mendongakkan kapalanya ke atas permukaan air laut dan semua ikan itu membawa sebuah permata di mulutnya. Kemudian Dzun Nun mengambilnya sebauh dan memberikannya kepada saudagar yang kehilangan permatanya. Melihat kejadian tersebut, semua orang itu berlutut dan minta maaf. Sejak itulah beliau dipanggil Dzun Nun (manusia Iakan) yang mempunyai nama asli Abul Faiz Tsuban bin Ibrahim Al-Mishri.

Al-fateha...

Thursday, March 5, 2009

Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad

Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh, lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang (sekarang, Kp Cicalung Desa Tanjungsari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) dari pasangan Rd Nura Pradja (Eyang Upas, yang kemudian bernama Nur Muhammad) dengan Ibu Emah


Klik disini -> Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad

Perjalanan Al-Kharraz

Mimpi Malaikat dan Baginda Nabi Muhammad SAW.
suatu malam, Al-Kharraz (Abu Sa'id Al-Kharraz) bermimpi didatangi malaikat, dua malaikat turun dari langit kemudian bertanya kepada Al-Kharraz tentang kesetian.
"Apa kesetiaan itu?"

Al-Kharraz menjawab,"Memenuhi perjanjian dengan Allah".
"Jawabanmu benar."lalu kedua malaikat terbang ke langit.
kemudian Al-Kharraz bermimpi bertemu dengan baginda Nabi Muhammad SAW, Beliau bertanya kepada Al-Kharraz.
"Apa engkau mencintai aku?"
"Al-Kharraz menjawab dengan jujur, Maafkanlah aku !, aku tidak sempat mencintaimu, sebab aku mencintai ALLAH"
kemudan Nabi saw. berkata, "Barangsiapa mencintai ALLAH, sesungguhnya ia mencintaiku pula."
Suatu hari ketika di Damaskus, Al-Kharraz bermimpi baginda Nabi Muhammad saw. sambil ditobang Abu Bakar dan Umar, Nabi menghampiirinya. ketika Al-Kharraz sedang menyenandungkan Syair sambil menepuk-nepuk dada. Nabi berkata, "keburukanya lebih besar dari kebaikannya(Maksuddnya jangan suka bersyair)".(apa lagi lagu-lagu sekarang keburukanya sangat besar)
mimpi tersebut merupakan sentimentil secara horizontal, sebab bagaimana mungkin ia tidak mencintai Rosulullah, sedangkan ia sehari-hari meneladani sikap dan tindakan beliau.

Tanbih

TANBIH
Tanbih ini dari Syaekhuna Almarhum Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kajembaran Rahmaniyah.
Sabda beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria maupun wanita, tua maupun muda :

“Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Allah Subhanahu Wata’ala kebahagiaan yang kekal dan abadi dan semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian.
Pun pula semoga Pimpinan Negara bertambah kemuliaan dan keagungannya supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil dan makmur dhohir maupun bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentang Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, menghaturkan dengan tulus ikhlas wasiat kepada segenap murid-murid : berhati-hatilah dalam segala hal jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan peraturan agama maupun negara.
Ta’atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikianlah sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap Hadlirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam agama maupun negara.

Insyafilah hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan setan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintah agama maupun negara, agar dapat meneliti diri, kalau kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita.

Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian :

1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada kita, baik dlohir maupun batin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun dan saling menghargai.
2. Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam segala-galanya, jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati, bergotong royong dalam melaksanakan perintah agama maupun negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, kalau-kalau kita terkena firman-Nya “Adzabun Alim”, yang berarti duka-nestapa untuk selama-lamanya dari dunia sampai dengan akhirat (badan payah hati susah).
3. Terhadap oarang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah hendak menghinakannya atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasehat yahng lemah-lembut yang akan memberi keinsyafan dalam menginjak jalan kebaikan.
4. Terhadap fakir-miskin, harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan, mencerminkan bahwa hati kita sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan, oleh karena itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendirilah yang senang, karena mereka jadi fakir-miskin itu bukannya kehendak sendiri, namun itulah kodrat Tuhan.

Demikanlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesadaran, meskipun terhadap orang-orang asing karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam a. s. mengingat ayat 70 Surat Irso yang artinya :

“Sangat kami mulyakan keturunan Adam dan kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, juga kami mengutamakan mereka lebih utama dai makhluk lainnya.”

Kesimpulan dari ayat ini, bahwa kita sekalian seharusnya saling harga menghargai, jangan timbul kekecewaan, mengingat Surat Al-Maidah yang artinya :

“Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara".

Adapun soal keagamaan, itu terserah agamanya masing-masing, mengingat Surat Al-Kafirun ayat 6 :”Agamamu untuk kamu, agamaku untuk aku”,
Maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.
Cobalah renungakan pepatah leluhur kita:
“ Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”. Karena yang menyebabkan penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam surat An-Nahli ayat 112 diterangkan bahwa :

“Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/ penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri”.

Oleh karena demikian, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak lain tujuannya “ Budi Utama-Jasmani Sempurna “ (Cageur-Bageur).
Tiada lain amalan kita, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebaikan, menjauhi segala kejahatan dhohir bathin yang bertalian dengan jasmani maupun rohani, yang selalu diselimuti bujukan nafsu, digoda oleh perdaya syetan.

Wasiat ini harus dilaksanakan dengan seksama oleh segenap murid-murid agar supaya mencapai keselamatan dunia dan akhirat.
Amin.

Patapan Suryalaya, 13 Pebruari 1956
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian ikhwan


Baca Riwayat Hidup Abah Anom
KH.A Shohibulwafa Tadjul Arifin

Hari Akhir jagat raya


Surat ke 99 Al Zalzalah
Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah surat An Nisaa'. Nama Al Zalzalah diambil dari kata: Zilzaal yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti goncangan
Pokok-pokok isinya:
Kegoncangan bumi yang amat hebat pada hari kiamat dan kebingungan manusia ketika itu; manusia pada hari kiamat itu dikumpulkan untuk dihisab segala amal perbuatan mereka.


Al Zalzalah
1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],
[1596]. Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya.
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun surat Al Insaan ayat 8 kaum Muslimin menganggap bahwa orang yang bershadaqah sedikit tidak akan memperoleh pahala dan menganggap pula bahwa orang yang berbuat dosa kecil seperti berbohong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercela serta menganggap bahwa ancaman api nereka dari Allah disediakan bagi orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat ini (S.99:7,8) sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu,
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Jubair.)
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Penutup
Surat Az Zalzalah menerangkan tanda-tanda permulaan hari kiamat dan pada hari itu manusia akan melihat sendiri hasil perbuatan mereka, baik ataupun buruk, meskipun sebesar dzarrah.

HUBUNGAN SURAT AZ ZALZALAH DENGAN SURAT AL 'AADIYAAT

Surat Az Zalzalah menerangkan balasan atas perbuatan yang baik dan yang buruk, sedang pada surat Al 'Aadiyat Allah s.w.t. mencela orang-orang yang telah mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan kehidupan akhirat dan tidak mempersiapkan diri mereka untuk kehidupan akhirat itu dengan amal kebajikan

Friday, February 13, 2009

KEUTAMAAN BERDZIKIR

Imam Habib Abdullah al-Haddad berkata: “Ketahuiah wahai saudaraku sekalian, semoga Allah menjadikan kita semua di antara golongan orang-orang yang gemar berdzikir kepada-Nya dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, agar kita semua termasuk golongan orang-orang yang tidak dilalaikan oleh harta benda dan anak keturunan dari bedzikir kepada Allah.

Ketahuilah! Dzikir kepada Allah itu merupakan salah satu di antara bentuk taqarrub (pendekatan) yang paling utama yang dapat menghantarkan kita kepada Allah swt”.
Firman Allah swt:
“Hai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu siang dan malam”. (QS. Al-Ahzab 41)
Firman Allah swt:
“Orang-orang yang beriman, hati mereka akan menjadi tenang dengan mengingat Allah. Inagtlah! Bahwa dengan mengingat Allah itulah, hati menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’du 28)
Firman Allah swt:
“Dan barang siapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit dan pada hari kiamat nanti Aku akan mengumpulkan mereka dalam keadaan buta”. (QS. Taahaa 124)
Firman Allah swt:
“Dan barang siapa yang berpaling dari mengingat Dzat yang Maha Pengasih (kepada semua makhluq-Nya dengan pemberian nikmat yang tidak terkira) maka kami
….
”. (QS. Az-Zukhruf 36)

Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
“Tidaklah suatu kaum itu duduk berdzikir kepada Allah swt, kecuali mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, dikelubungi oleh ketentraman dan Allah akan menyebut mereka kepada siapa saja yang berada di sisi-Nya”.


MAJLIS DZIKIR
Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits yang masyhur yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Turmudzi dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik:

“Jika kamu melintasi taman-taman surga, maka hendaklah kamu berehat”. Para sahabat bertanya: “Apakah taman-taman surga tersebut? Beliau bersabda: “Kumpulan-kumpulan orang-orang yang berdzikir”. (dalam riwayat lain mengatakan majlis-majlis dzikir)
Banyak sekali bentuk-bentuk majlis dzikir, dan yang paling utama adalah majlis ilmu sebagaimana yang telah dijelaskan oleh al-Imam Hujjatullah Muhammad al-Ghazali dalam permulaan kitab Ihya’ Ulumiddin pada bab keutamaan bab ilmu. Hal ini juga dijelaskan pula di berbagai macam kitab yang disusun oleh para ulama mu’tabar sebelum Imam al-Ghozali dan sesudahnya, seperti Imam Bukhori ra, Imam Muslim ra, Imam Nawawi ra dan lain sebagainya.
Dalam kitab Ihya’nya, Imam al-Ghazali mengutip sebuah hadits Nabi saw:

“Demi Tuhanku, bahwa kamu pagi-pagi pergi mempelajari satu bab dari ilmu (memahami dan mengamalkannya sehingga menimbulkan rasa takut kepada Allah) itu lebih baik daripada kamu melakukan sholah sunnah 100 rokaat”.
Di samping itu, majlis dzikir juga dinisbahkan dengan berdzikir secara beramai-ramai di masjid atau di rumah bersama keluarga dengan niat untuk mengajar, melatih dan membina masyarakat dan keluarga agar terbiasa menyebut nama Allah, mensucikan-Nya, memulyakan-Nya dan membesarkan-Nya. Kadang-kadang juga diwujudkan dengan melakukan do’a bersama dengan berjama’ah selama tidak mengganggu orang yang sedang sholat. Demikian ini menurut Syaikhul Islam Ibnu Hajar ra tidak dilarang.

SYARAT-SYARAT DAN RUKUN BERDZIKIR
Makanan, minuman dan pakaiannya harus terdiri dari barang yang halal
Sahabat Abdullah bin Umar ra berkata: “Jika kamu terus melakukan sholat hingga tulang belakangmu menjadi bungkuk dan kamu terus berpuaa hingga badanmu menjadi seperti lidi, maka semua itu tidak akan diterima kecuali kalau disertai dengan sikap wara’ yang tebal (bisa menjaga barang yang halal dan haram)”.
Tidak boleh bersikap riya’
Dalam berdzikir harus disertai dengan perasaan ikhlas, tidak berpura-pura atau menuunjukkan amalannya di hadapan orang banyak. Biasakan diri untuk selalu menyamakan niat beramal dimana pun berada, baik di rumah atau di tempat yang ramai.
Firman Allah swt:


“Maka barang siapa yang mengharapkan untuk bertemu dengan Tuhannya, maka hendaknya dia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadah kepada-Nya”. (al-Kahfi 110)

Fudhail bin Iyadh telah berkata, “Barang siapa yang meninggalkan amal karena manusia (takut dan ragu dikatakan kuat beramal) maka sesungguhnya ia telah riya’. Dan barang siapa yang mengrjakan amal karena manusia, maka sesungguhnya ia telah syirik. Oleh karena itulah, biasakan untuk membaca:

“Tiada daya bagiku untuk meninggalkan maksiyat dan tiada kekuatan bagiku untuk taat melainkan dengan mendapatkan taufik dan pertolongan dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Makan tidak terlalu kenyang.
Ketika berdzikir hendaknya membiasakan diri untuk tidak dalam keadaan terlalu kenyang, karena hal itu tidak bisa mendatangkan kekhusyuan dan sikap rendah diri. Sebaliknya bila keadaan perut ringan maka akan memudahkan datangnya nur atau cahaya pada hati


ADAB DAB SYARAT BERDZIKIR
Syaikh Ali al-Marshafi ra berkata dalam kitabnya yang berjudul Manhajus Salik: “Dzikir itu memiliki adab dan syarat. Di antara yang terpenting adalah:
Bertaubat terlebih dahulu dengan melaksanakan semua rukun taubat dan menampakkan penyesalan yang sungguh-sungguh
Mendahulukan ibadah fardlu, karena ibadah fardlu merupakan inti sedangkan dzikir hanyalah bacaannya.
Membiasakan diri untuk selalu dalam keadaan suci dengan mandi atau berwudlu serta menghadap ke arah kiblat.
Ketika memulai berdzikir hendaknya menyimpan harapan yang baik dalam hati dan harus yakin bahwa Allah pasti akan menerima doa atau dzikir kita.
Karena dzikir itu menyebut dan mengingat Allah, maka dzikir hendaknya dilakukan di tempat yang bersif dan suci dari kotoran.
Tempat dzikir itu tidak sepi dari didatangi malaikat dan jin, oleh karena itu orang yang berdzikir dan tempatnya hendaknya diberi bau yang wangi, di samping hal ini bisa memeriahkan halaqah dzikir.
Agar suasananya menjadi nyaman dan tidak mengganggu ketenangan dan konsentrasi orang yang berdzikir, maka hendaknya memakai pakaian yang bersih.
Bersikap ikhlas dengan membersihkan dan menyucikan diri dari sikap riya’ dan ragu.
Memilih dzikirnya dengan lafadz (memulyakannya dengan kekuatan yang sempurna dengan mengangkat suaranya pada lafadz . Dari batas pusat ke atas dua belah bagian dadanya dan melenggokkan kepalanya dari kanan ke kiri)

APA YANG PERLU DILAKUKAN SETELAH BERDZIKIR ?
Jika kita selesai melakukan dzikir, maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, antara lain:
Berdiam diri sebentar karena bisa menimbulkan kekhusyuan, ketenangan dan ketentraman hati.
Menarik nafas yang panjang dan dilakukan berkali-kali, karena hal ini bisa membuka mata hati.
Menahan diri dari minum air karena dzikir itu membakar jiwa, yaitu menghangatkan tubuh dan menimbulkan kelezatan dan keharuan dalam diri. Sedangkan minum air bisa memadamkan semua perasaan tersebut.

BACAAN TANPA IJAZAH

Ratib ini boleh dibaca meskipun tanpa diijazahkan. Hal ini disebabkan karena bacaan wiridnya dinuqil dari al-Qur’an dan amalan Rasulullah saw. Akan tetapi para ulama salaf dahulu biasanya tidak akan mengamalkan ratib ini kecuali setelah mendapatkan ijazah terlebih dahulu. Hail ini disebabkan oleh 2 faktor, antara lain:
Untuk menerima ajaran atau amalan yang benar sebagaimana yang dikehendaki oleh penyusun ratib karena beliau lebih mengetahui.
Untuk mendapatkan pertalian yang bersambung, mulai dari gurunya sampai terus kepada syaikh yang membuat sebuah amalan yang silsilahnya sambung kepada Rasulullah saw. Ijazah itu hendaknya juga diperoleh dari seorang guru yang sudah diberikan izin oleh gurunya untuk memberikan ijazah kepada orang lain.

RATIB AL-ATTAS
Ratib al-Attas merupakan kumpulan bacaan dzikir yang disusun oleh al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas, seorang ulama dan wali di Hadramaut Yaman. Beliau adalah keturunan asy-Syarif atau Sayyid yang nasabnya bertemu dengan Rasulullah saw. Beliau lahir di al-Lisik pada tahun 992 H dan meninggal dunia di Nafhun serta dimakamkan di Huraidhah pada hari Kamis tanggal 23 Rabi’ul Akhir 1072 H pada usia 80 tahun. Beliau tidak meninggalkan karangan apa-apa kecuali beberapa muridnya, termasuk di antaranya Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad.
Ratib al-Attas ini berusia kurang lebih 400 tahun dan sampai saat ini masih sering dibaca di beberapa negara, antara lain Afrika, Darussalam, Mombassa, Afrika Selatan, Inggris, Burma, India, Malaysia, Singapura, Brunei dan Indonesia..
Dan sampai saat ini pun, kumpulan-kumpulan ratib al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas atau Zawiyah masih diamalkan di Rangoon dan di beberapa daerah di Burma. Akan tetapi disana mereka lebih dikenali dengan sebutan Thariqah al-Attasiyyah.

KEUTAMAAN DAN KELEBIHAN RATIB
Ratib al-Attas ini memiliki beberapa kelebihan dan keutamaan, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh sebagian ulama salaf. Di antaranya adalah
Al-Habib Muhammad bin Salim al-Attas dalam kitab Azizul Manal wa Fadhu, bab al-Wisal berkata bahwa keutamaan ratib ini bagi mereka yang istiqamah mengamalkannya adalah diberkati umurnya, mendapatkan husnul khatimah, dijaga apa yang dimilikinya di laut maupun di bumi dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah.
Bagi mereka yang memiliki hajat tertentu, jika membaca ratib ini di tempat yang kosong dengan kondisi suci, menghadap kiblat dan berniat apa yang dikehendakinya, maka insya Allah akan dikabulkan hajatnya oleh Allah.
Asy-Syaikh Ali Baras berkata barang siapa yang istiqamah mengamalkan ratib ini secara tadabbur (menghayati dan memahami isinya), maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah meskipun sebanyak buih laut.
Bagi mereka yang terkena sihir kemudian membaca ratib ini, maka insya Allah dia akan diselamatkan oleh Allah dengan asma-asma-Nya, ayat-ayat al-Qur’an dan amalan Nabi Muhammad saw.
Al-Habib Husain bin Abdullah al-Attas berkata bahwa mereka yang mengamalkan ratib ini kemudian dia terpatuk ular, niscaya insya Allah tidak akan terjadi apa-apa pada dirinya.
Bagi mereka yang merasa takut, maka jika mereka istiqamah mengamalkan ratib ini niscaya akan selamat dari segala apapun yang ditakuti. Pernah terjadi ada seseorang yang diserang oleh 15 pencuri dan dia selamat.
As-Sayyid Isa bin Muhammad al-Habsyi berkata bahwa beliau telah banyak memperoleh banyak manfaat dari al-Habib Umar berkenaan dengan kelebihan ratib ini. Beliau meriwayatkan bahwasanya ada beberapa orang yang telah datang dan mengadu kepada al-Habib Umar akan bencana kemarau yang menimpa mereka serta mereka merasakan sempitnya mata pencaharian. Kemudian beliau memberi nasehat kepada mereka agar membaca ratib dan dzikir tauhid. Mereka pun mengamalkannya dan tidak lama kemudian meeka dikaruniai rahmat oleh Allah swt dengan Qudrah dan Iradah-Nya.


راتب العطاس
راتب سيدنا العلم النبراس القطب الربانى طيب الأنفاس الحبيب عمر بن عبد الرحمن العطاس
من حريضة الفحياء حضر موت يمان

إلى حضرة الحبيب سيدنا محمد صلى الله عليه وأله وصحبه ومن والاه
وإلى روح سيدنا الحبيب عمر بن عبد الرحمن العطاس صاحب الراتب
والشيخ على بن عبد الله باراس
وأصولهم وفروعهم أن الله يتغشاهم بالرحمة والمغفرة
الفاتحة

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرخمن الرحيم . الحمد لله رب العالمين . الرحمن الرحيم . مالك يوم الدين . إياك نعبد وإياك نستعين . إهدنا الصراط المستقيم . صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين . أمين .
أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم ( x 3 )
لو أنزلنا هذا القرأن على جبل لرأيته خاشعا متصدعا من خشية الله . وتلك الأمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون . هو الله الذى لا إله إلا هو عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم . هو الله الذى لا إله إلا هو الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبر . سبحان الله عما يشركون . هو الله الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى . يسبح له ما فى السموات والأرض وهو العزيز العزيز الحكيم .
أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم (x 3)
أعوذ بكلمات الله من شر ما خلق (x 3)
بسم الله الذى لا يضر مع اسمه شيء فى الأرض ولا فى السماء وهو السميع العليم (x 3)
بسم الله الرحمن الرحيم ولا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم (x 10)
بسم الله الرحمن الرحيم ( x 3 )
بسم الله تحصنا بالله بسم الله توكلنا على الله ( x 3 )
بسم الله أمنا بالله ومن يؤمن بالله لا خوف عليه ( x 3 )
سبحان الله عز الله سبحان الله جل الله ( x 3 )
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ( x 3 )
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ( x 4 )
يا لطيفا بخلقه يا عليما بخلقه يا خبيرا بخلقه الطف بنا يا لطيف يا عليم يا خبير ( x 3 )
يا لطيفا لم يزل الطف بنا فيما نزل إنك لطيف لم تزل الطف بنا والمسلمين ( x 3 )
لا إله إلا الله ( x 40 )
لا إله إلا الله محمد رسول الله ( x 1 )
حسبنا الله ونعم الوكيل ( x 7 )
اللهم صل على سيدنا محمد يا رب صل عليه وسلم ( x 1 )
أستغفر الله ( x 11 )
تائبون إلى الله ( x 3 )
يا الله بها يا ألله بها يا كريم يا الله بحسن الخاتمة ( x 3 )
غفرانك ربنا وإليك المصير . لا يكلف الله نفسا إلا وسعها . لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت . ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا . ربنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا . ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به . واعف عنا واغفر لنا وارحمنا . أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين .
الفاتحة
إلى روح سيدنا وحبيبنا وشفيعنا رسول الله محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم وأله وأصحابه وأزواجه وذرياته أن الله يعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم فى الدين والدنيا ويجعلنا من حزبهم ويرزقنا محبتهم ويتوفانا على ملتهم ويحشرنا فى زمرتهم ... الفاتحة
الفاتحة
إلى روح سيدنا الفقيه المقدم محمد بن على باعلوى وأصوله وفروعه وذوى الحقوق عليهم أجمعين أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...
الفاتحة
إلى روح سيدنا وحبيبنا وعمدتنا صاحب الراتب قطب الأنفاس الحبيب عمر بن عبد الرحمن العطاس ثم إلى روح الشيخ على بن عبد الله باراس وأصولهم وفروعهم وذوى الحقوق عليهم أجمعين أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...
الفاتحة
إلى أرواح الأولياء والصالحين والأئمة الراشدين ثم إلى أرواح والدينا ومشايخنا ومعلمينا وذوى الحقوق علينا أجمعين ثم إلى أرواح أموات هذه البلدة من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...
الفاتحة بنية القبول وتمام كل سول ومأمول وصلاح الشأن ظاهرا وباطنا فى الدين والدنيا والأخرة دافعة لكل شر جالبة لكل خير لنا ولوالدينا ولأحبابنا ولمشايخنا فى الدين مع اللطف والعافية وعلى نية أن الله ينور قلوبنا وقوالبنا مع الهدى والتقى والعفاف والموت على دين الإسلام بلا محنة ولا امتحان بجاه سيد ولد عدنان جامعة لكل نية صالحة وزيادة ومحبة فى شرف الحبيب محمد صلى الله وسلم عليه وعلى أله وصحبه . الفاتحة ...
الدعاء
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين . حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده . يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك ولعظيم سلطانك . سبحانك لا نحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك فلك الحمد حتى ترضى ولك الحمد إذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد فى الأولين وصل وسلم على سيدنا محمد فى الأخرين وصل وسلم على سيدنا محمد فى كل وقت وحين وصل وسلم على سيدنا محمد فى النبيين وصل وسلم على سيدنا محمد فى المرسلين وصل وسلم على سيدنا محمد فى الملإ الأعلى إلى يوم الدين وصل وسلم على سيدنا محمد حتى ترث الأرض ومن عليها وأنت خير الوارثين .
اللهم إنا نستحفظك ونستودعك أدياننا وأبداننا وأنفسنا وأمواتنا وأهلنا وكل شيء أعطيتنا . اللهم اجعلنا وإياهم فى كنفك وأمانك وعياذك وجوارك من كل شيطان مريد وجبار عنيد وذى عين وذى بغي ومن شر كل ذى شر . إنك على كل شيء قدير . اللهم أحطنا بالتقوى والاستقامة . وأعذنا من موجبات الندامة فى الحال والمآل . إنك سميع الدعاء .
وصل اللهم بجمالك وجلالك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين . وارزقنا كمال المتابعة له ظاهرا وباطنا يا أرحم الراحمين .
بفضل سبحان ربك رب العزة عما يصفون . وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .

راتب الحداد
منسوب إلى سيطنا الإمام القطب عبد الله بن علوى الحداد المقبور يتريم المسمى بالحصن الحصين
الفاتحة
إلى حضرة الحبيب سيدنا محمد صلى الله عليه وأله وصحبه ومن والاه وإلى روح سيدنا الحبيب عبد الله بن علوى الحداد صاحب الراتب وأصوله وفروعه أن الله يتغشاهم بالرحمة والمغفرة الفاتحة

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرخمن الرحيم . الحمد لله رب العالمين . الرحمن الرحيم . مالك يوم الدين . إياك نعبد وإياك نستعين . إهدنا الصراط المستقيم . صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين . أمين .

الفاتحة
إلى روح سيدنا وحبيبنا وشفيعنا رسول الله محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم وأله وأصحابه وأزواجه وذرياته أن الله يعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم فى الدين والدنيا ويجعلنا من حزبهم ويرزقنا محبتهم ويتوفانا على ملتهم ويحشرنا فى زمرتهم ... الفاتحة
الفاتحة
إلى روح سيدنا الفقيه المقدم محمد بن على باعلوى وأصوله وفروعه وذوى الحقوق عليهم أجمعين أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...
الفاتحة
إلى روح سيدنا وحبيبنا وعمدتنا صاحب الراتب قطب الإرشاد الحبيب عبد الله بن علوى الحداد وأصوله وفروعه وذوى الحقوق عليهم أجمعين أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...

الفاتحة
إلى أرواح الأولياء والصالحين والأئمة الراشدين ثم إلى أرواح والدينا ومشايخنا ومعلمينا وذوى الحقوق علينا أجمعين ثم إلى أرواح أموات هذه البلدة من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات أن الله يغفر لهم ويرحمهم ويعلى درجاتهم فى الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم ونفحاتهم فى الدين والدنيا والأخرة ... الفاتحة ...
الفاتحة بنية القبول وتمام كل سول ومأمول وصلاح الشأن ظاهرا وباطنا فى الدين والدنيا والأخرة دافعة لكل شر جالبة لكل خير لنا ولوالدينا ولأحبابنا ولمشايخنا فى الدين مع اللطف والعافية وعلى نية أن الله ينور قلوبنا وقوالبنا مع الهدى والتقى والعفاف والموت على دين الإسلام بلا محنة ولا امتحان بجاه سيد ولد عدنان جامعة لكل نية صالحة وزيادة ومحبة فى شرف الحبيب محمد صلى الله وسلم عليه وعلى أله وصحبه . الفاتحة ...
الدعاء
ثم يقرأ هذا الدعاء
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين . حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده . يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك ولعظيم سلطانك . سبحانك لا نحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك فلك الحمد حتى ترضى ولك الحمد إذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد فى الأولين وصل وسلم على سيدنا محمد فى الأخرين وصل وسلم على سيدنا محمد فى كل وقت وحين وصل وسلم على سيدنا محمد فى النبيين وصل وسلم على سيدنا محمد فى المرسلين وصل وسلم على سيدنا محمد فى الملإ الأعلى إلى يوم الدين وصل وسلم على سيدنا محمد حتى ترث الأرض ومن عليها وأنت خير الوارثين .
اللهم إنا نستحفظك ونستودعك أدياننا وأبداننا وأنفسنا وأمواتنا وأهلنا وكل شيء أعطيتنا . اللهم اجعلنا وإياهم فى كنفك وأمانك وعياذك وجوارك من كل شيطان مريد وجبار عنيد وذى عين وذى بغي ومن شر كل ذى شر . إنك على كل شيء قدير . اللهم أحطنا بالتقوى والاستقامة . وأعذنا من موجبات الندامة فى الحال والمآل . إنك سميع الدعاء .
وصل اللهم بجمالك وجلالك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين . وارزقنا كمال المتابعة له ظاهرا وباطنا يا أرحم الراحمين .
بفضل سبحان ربك رب العزة عما يصفون . وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين